Jakarta, CNN Indonesia -- China meluncurkan peluru kendali atau rudal Dong Feng, seperti DF-26B dan DF-21D di atas Laut Cina Selatan. Tindakan itu dinilai dapat mendorong Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan lebih banyak rudal dan mengambil sikap yang lebih agresif terhadap Beijing, meningkatkan risiko konflik bersenjata yang semakin meningkat.
China meluncurkan rudal Dong Feng yang dipandang sebagai 'pembunuh kapal induk' ke daerah antara provinsi pulau selatan Hainan dan Kepulauan Paracel yang disengketakan.
Peluncuran itu dilakukan sehari setelah Pesawat mata-mata U-2 AS memasuki zona larangan terbang tanpa izin selama latihan angkatan laut live-fire China di Laut Bohai di lepas pantai utara China.