Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghadiri Sidang Umum Asian Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), di Singapura. Dalam acara ini Bamsoet mengatakan, untuk mewujudkan Komunitas Association of South East Asia Nations (ASEAN) yang tangguh diperlukan kepedulian serta keterlibatan aktif seluruh negara anggota ASEAN.

"Masa depan ASEAN tergantung dari bagaimana negara-negara ASEAN mampu meraih peluang dan menghadapi berbagai tantangan global saat ini. Karenanya, dibutuhkan keterlibatan aktif serta kekompakan dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN untuk menguatkan kerja sama kawasan," kata Bamsoet, Selasa (4/9/2018).

Bamsoet juga menjelaskan, jika para anggota AIPA serius membangun ASEAN yang terfokus pada kesejahteraan masyarakatnya, maka pemenuhan hak-hak masyarakat menjadi suatu keharusan. Permasalahan kemanusiaan yang masih terjadi di kawasan, seperti di Myanmar, harus segera diselesaikan dengan baik.

"Krisis kemanusiaan di Myanmar telah mengakibatkan ratusan ribu orang mengungsi dan terus menjadi perhatian dunia. Karena itu, Indonesia mendukung penuh segala upaya untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, penegakan hukum serta rekonsiliasi secara menyeluruh di kawasan ASEAN," jelasnya.

Dirinya meminta AIPA berbenah diri dan memperbaharui sistem pengambilan keputusan. Menurutnya, AIPA harus mampu menawarkan kebaruan dan tidak anti reformasi. Sehingga, resolusi-resolusi yang dihasilkan benar-benar merefleksikan kebutuhan di kawasan.

"AIPA harus memiliki alternatif pengambilan keputusan yang berpihak pada mayoritas negara anggota AIPA. Untuk membantu perwujudan Komunitas ASEAN yang inovatif, AIPA harus mampu pula berinovasi dalam sistem pengambilan keputusan. Sehingga, tidak lagi kita temui pengalaman suatu Komisi di AIPA tidak dapat bersidang karena Komisi Eksekutif tidak mencapai kata sepakat mengenai agenda di Komisi tersebut," urai Bamsoet.

Selengkapnya Detik.com