Jakarta (ANTARA) - Indonesia mesti dapat menjalankan strategi "menyerang" dengan adanya perjanjian perdagangan bebas Asia-Pasifik dalam kerangka Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) demi melindungi produk dalam negeri dari serbuan barang impor, menurut pengamat ekonomi, Berly Martawardaya.

"Ibarat bermain bola, jangan main bertahan, melainkan harus menyerang. Jadikanlah ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan ekspor," kata Berly, Direktur Penelitian di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Namun, ekspor yang dimaksud Berly dalam hal ini adalah investasi yang berorientasi ekspor mengingat komoditas ekspor Indonesia masih didominasi oleh barang mentah, seperti produk tambang dan pertanian, yang belum mempunyai nilai tambah.

"Dengan prioritas diplomasi ekonomi oleh Presiden Joko Widodo, kalau kita lihat negara-negara Asia Timur, motor pembangunan mereka adalah export-oriented manufacture," kata Berly.

Di satu sisi, target peningkatan ekspor ini kemungkinan besar akan menciptakan suatu pola "kalah-menang", yang di dalamnya kemungkinan terdapat sebagian kelompok usaha yang harus tutup akibat tidak dapat bersaing.

Selengkapnya Antara News