BANGKOK, KOMPAS.com - Gerakan pro-demokrasi Thailand yang dipimpin oleh para pemuda telah mendobrak tabu selama ini bahwa monarki tidak bisa diguncang.

Tindakan pembangkangan terbaru mereka diserukan lewat sosial media. Saat ulang tahun raja pada Rabu (28/7/2021) orang-orang biasanya secara tradisional mengenakan pakaian kuning.

Namun, sebagai bentuk protes, demonstran mengenakan pakaian hitam. Pada puncaknya akhir tahun lalu, ratusan ribu pengunjuk rasa gerakan pro-demokrasi Thailand menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha, dan menginginkan monarki yang lebih transparan dan akuntabel.