Jakarta (ANTARA) - Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) baru-baru ini melaporkan bahwa pasar narkoba sintetis di Asia Timur dan Asia Tenggara terus berkembang dan makin beragam, terutama dalam satu tahun terakhir.
Perwakilan UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik Jeremy Douglas, Sabtu (16/5), menyatakan bahwa kala dunia mengalihkan perhatian ke pandemi COVID-19, semua indikator menunjukkan bahwa produksi dan perdagangan narkoba sintetis serta bahan baku atau bahan pendukung pembuatan obat-obatan (prekursor) meningkat ke rekor baru di kawasan ini.
Laporan UNODC tentang perkembangan narkoba sintetis di kawasan Asia Timur dan Tenggara itu juga menyebutkan penyitaan metamfetamin di kawasan terus meningkat dari tahun ke tahun selama satu dekade terakhir, suatu fenomena yang tidak ditemui di belahan dunia lain.
Negara-negara di kawasan telah mengonfirmasi penyitaan 115 ton metamfetamin pada tahun 2019. Angka tersebut tidak termasuk data dari Tiongkok, yang menyita rata-rata hampir 30 ton per tahun selama 5 tahun terakhir.
Selengkapnya Antara News