JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia didorong oleh e-commerce, online travel, transportasi, dan online media.
Hal tersebut juga diperkuat dengan data yang disampaikan oleh Google dan Temasek, di mana ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 44 miliar dan terbesar di Asia Tenggara, dengan market share 40%, ke depan akan terus meningkat hingga 3 kali lipat pada 2025. Di sisi lain, penyaluran kredit belum seluruhnya bisa diakses, per Desember 2020 masih terdapat lebih dari 50% individu atau badan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum terakses perbankan.
Faktornya karena geografis, literasi, dan sebagainya. “Pertumbuhan ekonomi digital masih banyak masyarakat yang potensi pasarnya dari P2P lending. Sampai saat ini, akhir 2020 akumulasi kredit Rp 156 triliun ke konsumtif atau produktif, potensi pengembangan luar biasa,” ucap Darmawan dalam webinar bertajuk “Perspektif Hukum Kredit Perbankan yang Melakuka Pembiayaan Bersama (Channeling) dengan Perusahaan Fintech di Masa Pandemi Covid-19,” Jumat (26/2).