INDOPOS.CO.ID - Dalam mengenalkan pencapain sejumlah negara ASEAN, khususnya dalam hal pariwisata. The London School of Public Relation (LSPR) Jakarta memunculkan sebuah buku bertajuk ASEAN travel infographics yang disusun oleh dosen, bantuan mahasiswa, dan alumninya.
Buku dengan 102 halaman tersebut mengupas secara detail 10 anggota negara ASEAN mengenai destinasi favoritnya. Indonesia sendiri memiliki sejumlah tempat wisata menarik yang berhasil menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sebut sajah Bali dan Lombok.
Yuliana riana yang merupakan penulis utama buku ini mengatakan, ide yang melatar belakangi membuat buku tersebut bermula ketika pihaknya memiliki pusat studi ASEAN.
Pusat studi tersebut bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Maka keluarlah buku itu sebagai bentuk mempromosikan ragam wisata menarik kepada masyarakat ASEAN.
"Destinasi untuk Indonesia apa, misalnya Bali, untuk Thailand, dan Malaysia apa. Bahkan makanan favoritnya apa di setiap negara ASEAN itu. Serta jumlah kenaikan wisatanya. Jadi data dan rekomendasi berkaiatan dengan pariwisata," ujar Yuliana riana kepada INDOPOS melalui sambungan telepon di Jakarta, Minggu (20/1/2019).
Buku tersebut sifatnya lebih populer. Supaya generasi muda tertarik membaca bukunya. Karena itu lebih dikemas dan mengedepankan sisi infografis dan foto tempat wisatanya.
"Selain Bali, ada Lombok yang menampilkan pariwisata Indonesia. Selain itu memasukan 10 destinasi baru disebut Bali baru untuk Indonesia," jelas salah satu dosen LSPR itu.
Isi bukunya memuat tentang pariwisata. Jadi akan dikirimkan ke lembaga pemerintah terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementeria Pariwisata, dan sejumlah sekolah. Bahkan buku ini gratis karena tujuannya adalah ingin berkonrtibusi terhadap promosi pariwisata ASEAN untuk 100 buku terbaru.
"Target sekolah terutama SMA karena anak milenial suka pergi jalan jalan juga jadi supaya mereka bisa jalan-jalan ke luar negeri. Jadi akan dibagikan 100 buku tiap sekolah lembaga dan Univeritas di ASEAN," ungkapnya.
Menurutnya perbedaan buku ini memyampaikan sesuai fakta karna berdasarkan data dan lebih menarik menyesuaikan anak milenial saat ini. Dalam penulisannya pun tidak terlalu panjang.
Designer Cornelia Alverina mengungkapkan, tidak menemukan kesulitan yang begitu besar dalam mendesain buku tersebut. Mengingat pengerjaan desain buku telah sesuai dengan kemampauannya dan mengerjakan buku tersebut menjadi bukti nyata dari LSPR.
"Kami institusi pendidikan terdiri dosen dan mahasiswa seperti ini kami kerjakan di kelas sehari hari. harus langsung dieksekusi. Desain grafis full ini yang pertama, tapi sebelumnya sudah pernah bikin untuk penelitian," kata Cornelia Alverina.
Kelebihan lain buku ini pertama full collors. Karena infografis lebih banyak ditampilkan secara visual dibandingkan kalimatnya. Jadi kalomatnya mudah dipahami seperi halnya media sosialnya instagram.
"Dalam pengerjaan ini kira kira memakan waktu dua bulan. Buku ini bisa diterima dengan baik dan memberikan sesuatu yang baru selain memberikan informasi baru dan fakta juga dikemas dengan enak dibacanya. Targetnya genarasi kami langsung bisa membaca buku ini," bebernya.
Bukunya mampu memberikan edukasi karena mempuyai potensi pariwisata yang sangat besar yang luar biasa. Pihaknya bekerja sama dengan pemerintahan dan kampus lain.
"Dibagikan ke sekolah wilayah Jabodetabek akan meluas ke seluruh dan sekolah ASEAN. Isi bukunya juga menampilkan jumlah wisatawan yang hadir dan tempat mana yang direkomed untuk didatangi dan makanan favoritnya," ucapnya.