Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang Tengah, Bekasi. Hyundai tengah berinvestasi sebesar USD 1,55 miliar atau setara Rp23,9 triliun (asumsi Rp15.443 per USD). Pembangunan ditarget rampung pada 2030 dan dapat menyerap 3.720 tenaga kerja. Pembangunan terbagi dalam 2 tahap.

"Komitmen pendirian pabrik ditandatangani pada saat saya mendampingi Presiden Joko Widodo ke Korea tahun lalu. Hari ini kita lihat jelas, sekalipun di tengah pandemi covid-19, tetapi mereka mampu menjalankan proyeknya, tentu dengan memperhatikan SOP oleh pemerintah," kata Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia melalui siaran pers, Sabtu (18/4).

Menurut Bahlil, langkah Hyundai, laik dijadikan contoh bagi pelaku industri atau investor lain yang tengah menjalankan usaha di Indonesia. Sebab, di tengah pandemi corona yang serba tidak pasti, aktivitas produksi harus tetap berlangsung dengan menerapkan physical distancing.

Bahlil juga meminta komitmen pelaku usaha untuk menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) disaat kondisi ekonomi tengah sulit. Untuk itu, BKPM meyakinkan Hyundai bahwa proyek bernilai fantastis ini penting untuk tetap berjalan agar mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.