Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menginginkan ASEAN menjadi salah satu pusat kawasan perekonomian dunia. Keinginan tersebut dapat diwujudkan lewat komitmen dari seluruh negara anggota.

Hal itu disampaikan oleh Bamsoet sapaannya, saat menghadiri Sidang Umum Asian Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), di Singapura pada Selasa 9 September 2018.

“Karenanya, dibutuhkan keterlibatan aktif serta kekompakan dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN untuk menguatkan kerjasama kawasan,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, komitmen tersebut dapat diimplementasikan dalam beberapa aspek seperti menjamin kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan hak-hak warganya. Konflik kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, kata Bamsoet tak seharusnya terulang kembali lantaran menjadi nilai negatif bagi ASEAN.

"Krisis kemanusiaan di Myanmar telah mengakibatkan ratusan ribu orang mengungsi dan terus menjadi perhatian dunia. Karena itu, Indonesia mendukung penuh segala upaya untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, penegakan hukum serta rekonsiliasi secara menyeluruh di kawasan ASEAN," ungkap dia.

Selanjutnya, Wakil Ketua Umum KADIN itu meminta AIPA berbenah diri dan memperbaharui sistem pengambilan keputusan. Di mana AIPA harus mampu menawarkan kebaruan dan serta benar-benar merefleksikan kebutuhan negara anggota.

“Sehingga, tidak lagi kita temui pengalaman suatu Komisi di AIPA tidak dapat bersidang karena Komisi Eksekutif tidak mencapai kata sepakat mengenai agenda di Komisi tersebut,” tambahnya.

Meski demikian, negara anggota dinilai telah berhasil membawa kawasan negara-negara di ASEAN menuju pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 lalu. Hal itu dimulai dengan implementasi road map (peta jalan) Masyarakat ASEAN yang terdiri dari cetak biru masyarakat politik-keamanan, ekonomi dan sosial-budaya ASEAN pada 2009.

Selengkapnya Metro TV News