Jakarta, Beritasatu.com - Berwisata ke luar negeri saat ini menjadi kegiatan yang langka di lakukan. Kebanyakan orang di seluruh dunia khawatir apakah negara wisata yang mereka tuju menerapkan protokol kesehatan dengan standar WHO.

Morgan Reardon, editor lifestyle dari Urban List, dalam seminar Indonesian Sellers Meeting untuk pasar Australia bertajuk “Indonesian Sellers Meeting: Australia Update-Insights To Tap The Youth FIT Segment”, Minggu (2/8/2020), menjelaskan generasi milenial adalah pasar yang menjanjikan untuk kebangkitan pariwisata.

Kemungkinan lebih dari setengah milenial akan bepergian dengan pasangan mereka, sementara Gen Z hampir dapat melakukan perjalanan dengan teman-teman seperti halnya dengan pasangan mereka. Untuk pertanyaan paling penting, ke mana mereka akan pergi? Bagi orang Australia saat ini adalah Selandia Baru, tetapi Bali juga menjadi topik pembicaraan mereka.

Namun tidak dipungkiri ada perubahan konten tren perjalanan paling populer dari perilaku orang Australia selama Covid-19. Tercatat pada Maret 2020, berdasarkan survei ada 82% orang Australia berpikir mereka tidak akan tinggal di tempat lain saat ini, 51% mengatakan bahwa rasa kebanggaan mereka sebagai orang Australia telah meningkat selama 3 bulan terakhir, dan hampir 45%, orang Australia mengatakan bahwa ketika perbatasan dibuka kembali mereka siap melakukan perjalanan antar negara tetapi tidak secara internasional.

Selengkapnya Berita Satu