Pertemuan Tahunan Direktur Jenderal Imigrasi dan Kekonsuleran se-ASEAN atau The 23rdmeeting of ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of Ministries of Foreign Affairs (DGICM), sedari Senin 19-Rabu 21 Agustus 2019 di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Ketua delegasi Pemerintah Indonesia diwakili Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie menyampaikan beberapa poin pelayanan keimigrasian Pemerintah Republik Indonesia bagi warga ASEAN di kawasan Asia Tenggara. “Indonesia telah mengoperasikan mesin perlintasan otomatis atau auotagate di Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai Bali," ujarnya dalam pertemuan Direktur Jenderal Imigrasi se-ASEAN.

Mesin autogate tersebut, Ronny Sompie menjelaskan privilege bagi Warga ASEAN. "Diberikan dalam rangka menjalin persaudaraan di antara negara-negara ASEAN,” ucapnya. Pemerintah Indonesia berkomitmen dalam kerja sama penguatan perbatasan wilayah kawasan ASEAN. Ronny mengatakan, bahwa Indonesia memiliki pembangunan 7 Pos Lintas Batas yang berbatasan dengan beberapa negara.

"Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste," ujarnya. Dalam pertemuan DGICM, Direktur Jenderal Imigrasi Ronnya Sompie mengungkapkan diperlukan mempererat kerja sama dan berbagi informasi dalam rangka mencegah perdagangan orang di kawasan ASEAN.