TEMPO.CO, Jakarta - Australia menyambut baik diselenggarakannya pertemuan antar kepala negara anggota ASEAN di Jakarta pada 24 April 2021 lalu. Pertemuan itu untuk mendiskusikan tentang krisis di Myanmar.

Sejak kudeta 1 Februari 2021, Australia secara konsisten menyerukan rezim militer untuk mengekang diri, menahan diri dari kekerasan, membebaskan semua yang ditahan dan mengambil bagian dalam dialog. Australia mengutuk penggunaan kekuatan mematikan terus menerus dan mengerikan terhadap warga sipil di Myanmar, termasuk perempuan dan anak-anak.

"Kami prihatin dengan implikasi dari memburuknya situasi di Myanmar terhadap stabilitas regional," kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Ann Payne, Senin, 26 April 2021.