Jakarta - Pembentukan kerja sama trilateral antara Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, yang kemudian disebut AUKUS, ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Kerja sama trilateral ini bukan hanya bertujuan membangun kapal selam bertenaga nuklir bagi Australia, namun juga kerja sama dalam peningkatan keamanan siber, kecerdasan buatan, dan juga kerja sama keamanan bawah laut.
Kesepakatan AUKUS kemudian langsung menimbulkan reaksi dari berbagai negara termasuk negara-negara dari kawasan ASEAN. Reaksi yang muncul juga beragam mulai dari ada yang khawatir, mendukung, dan memilih untuk tidak merespons sama sekali. Filipina misalnya menyampaikan dukungannya secara terbuka terhadap AUKUS karena menganggap kerja sama ini meningkatkan keamanan dan kestabilan regional.
Sementara itu, Indonesia dan Malaysia menyampaikan kekhawatiran dan keprihatinan karena hanya akan menambah akselerasi perlombaan senjata di kawasan dan menempatkan kestabilan perdamaian regional dalam bahaya. Vietnam lebih memilih untuk memberikan komentar khusus terhadap adanya kerja sama ini dan mengatakan tetap mengikuti perkembangan di kawasan.