Suara.com - Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang banyak dilirik oleh pelaku industri, tak terkecuali otomotif. Di tengah menjamurnya kendaraan bertenaga listrik (electric vehicle/EV), ASEAN juga dianggap potensial untuk mengadopsinya dalam waktu dekat.
President of Asian Federation of Electric Vehicle Assosiation, Edmund Araga, berpendapat bahwa potensi besar pasar di kawasan ASEAN akan kendaraan listrik bukan tanpa alasan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya.
"ASEAN adalah pasar yang sedang berkembang. Selain teknologi yang kian berkembang, populasi penduduk berusia 25-35 tahun juga tinggi, sehingga ada kapasitas untuk inisiasi perubahan, dan mereka punya kebutuhan mobilitas," kata Araga dalam forum Nissan FUTURE yang digelar daring, Kamis (4/2/2021).
"Generasi milenial ini juga selalu tertarik dengan teknologi. IoT (internet of things) juga mainkan peran besar ke konektivitas dan kenyamanan," imbuh pria yang berasal dari Filipina itu.