Singapura: Laporan terbaru Bain & Company, Microsoft dan Temasek Holdings Singapura menunjukkan, Asia Tenggara membutuhkan investasi senilai USD2 triliun pada dekade berikutnya untuk membangun infrastruktur berkelanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca di kawasan.
 
"Investasi tersebut mencakup bidang-bidang seperti energi terbarukan, kendaraan listrik dan pengelolaan limbah," tulis laporan berjudul Southeast Asia's Green Economy: Opportunities on the Road to Net Zero dilansir CNBC International, Kamis, 30 September 2021.
 
Menurut laporan tersebut, tahun lalu investor hanya menyuntik sekitar USD9 miliar ke bisnis dan aset hijau. Untuk mencapai angka investasi  USD2 triliun, sektor publik, swasta, dan filantropi di kawasan itu harus bekerja sama untuk membuka potensi penuh Asia Tenggara.

Selengkapnya Medcom