REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Para menteri luar negeri dari ASEAN telah menunjuk menteri luar negeri kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof sebagai utusan khusus untuk Myanmar, Rabu (4/8). Hasil tersebut diumumkan setelah pertemuan pada Senin (2/8).
Yusof telah ditugaskan untuk mengakhiri kekerasan di Myanmar dan membuka dialog antara penguasa militer dan lawan mereka di negara yang dilanda krisis. Dia juga akan mengawasi paket bantuan kemanusiaan, meskipun tidak ada rincian yang diumumkan.
Penunjukan seorang utusan merupakan inti dari upaya tersebut tetapi tertunda selama berbulan-bulan di tengah perpecahan yang mendalam di dalam ASEAN. Komunike anggota ASEAN ini pun menyerukan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan mulai bekerja pada panduan kebijakan.