JAKARTA - Para menteri luar negeri dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah menunjuk Menteri Luar Negeri kedua Brunei Darussalam , Erywan Yusof, sebagai utusan khusus untuk Myanmar . Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh ASEAN pada Rabu (4/8/2021).

"Erywan telah ditugaskan untuk mengakhiri kekerasan di Myanmar, membuka dialog antara penguasa militer dan lawan mereka di negara yang dilanda krisis," menurut sebuah komunike yang dirilis setelah pertemuan pada hari Senin dan Rabu oleh para menteri luar negeri ASEAN seperti dikutip dari Reuters.

Diplomat itu juga akan mengawasi paket bantuan kemanusiaan, meskipun tidak ada rincian bantuan yang diumumkan. Sebaliknya, komunike tersebut menyerukan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan untuk mulai bekerja pada "panduan kebijakan".