Naypyidaw: Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) telah menyerahkan daftar nama calon utusan khusus kepada junta militer Myanmar. Nantinya, utusan khusus akan menjadi mediator ASEAN dalam menjembatani dialog antara junta dan kelompok pro-demokrasi di Myanmar.
Berdasarkan keterangan tertulis yang dirilis akhir pekan kemarin, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi dan menteri luar negeri kedua Brunei Darussalam Erywan Pehin Yusof, telah menyerahkan daftar itu ke junta dalam kunjungan mereka ke Myanmar pada Kamis dan Jumat kemarin.
Dilansir dari laman ANI pada Senin, 7 Juni 2021, keterangan ASEAN tidak mengungkapkan siapa-siapa saja nama yang berpotensi menjadi utusan khusus untuk Myanmar.