Jakarta (ANTARA)- Negara – negara di kawasan Asia Tenggara memerlukan lebih banyak investasi bidang teknologi pertanian atau smart farming karena penggunaan teknologi dapat menjadi faktor pendukung dalam memastikan keamanan dan ketersediaan pangan.

Ahli ketahanan pangan dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Dr Paul Teng, mengatakan dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan pada Kamis, revolusi pertanian pintar, dengan optimalisasi penggunaan teknologi, dapat memastikan ketersediaan pangan, terutama di negara – negara anggota Perhimpunan Bangsa – Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Kita (di ASEAN) perlu lebih banyak investasi, baik dari pemerintah maupun sektor swasta, untuk tanaman – tanaman turunan teknologi,” kata Paul dalam diskusi bertajuk Memastikan Ketahanan dan Keberlanjutan Sektor Pangan dan Pertanian di ASEAN dalam konteks COVID-19 yang diselenggarakan oleh Sekretariat ASEAN bersama Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).