Jakarta (ANTARA) - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China telah memburuk beberapa tahun terakhir dan menyebabkan Asia Tenggara berada dalam posisi yang sulit.
Kesulitan yang dihadapi negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) antara lain secara ekonomi terjerat dengan China di satu sisi, namun bergantung pada jaminan keamanan Amerika Serikat yang telah lama ada di sisi lain.
Para kepala negara dan pemerintahan di ASEAN harus “meniti buih” menghadapi realitas tersebut dan dalam setiap konferensi tingkat tinggi mereka membahas untuk menemukan pemecahan terhadap berbagai masalah internal dan eksternal.
Rivalitas antara AS dan China yang termasuk mitra wicara ASEAN tidak hanya terjadi pada sektor ekonomi dan perdagangan tetapi menyentuh juga perluasan pengaruh di kawasan. Hal ini memberikan dampak besar terhadap ASEAN secara keseluruhan.
Kehadiran AS telah mengakar kuat di Asia Pasifik termasuk di dalamnya di kawasan Asia Tenggara secara militer, politik dan ekonomi sementara itu pertumbuhan ekonomi China yang cepat telah menjadi dorongan untuk pergeseran kekuasaan regional.
Selengkapnya Antara News