Beberapa negara yang bergabung dalam ASEAN sedang menghadapi serbuan mutasi baru virus corona yang penularannya 10 kali lipat. Mutasi virus dengan strain D614G, telah terlebih dulu beredar di Eropa dan Amerika.
Negara di Asia Tenggara yang pertama kali menemukan strain D614G yakni Malaysia yang disebabkan seorang pria asal India yang melanggar aturan karantina 14 hari. Mutasi yang sama kini ditemukan di Filipina dan Singapura.
Paul Tambyah, konsultan senior dari National University of Singapore dan Presiden International Society of Infectious Diseases yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan mengatakan ada bukti penyebaran mutasi strain D614G di Eropa bertepatan dengan penurunan tingkat kematian. Hal ini menunjukkan mutasi corona tersebut kurang mematikan.