Jakarta (ANTARA)- Direktur Eksekutif ASEAN Center for Biodiversity (ACB) Theresa Mundita S Lim menegaskan perubahan transformative bukan lagi sekedar opasi namun suatu keharusan untuk melindungi keanekaragaman hayati.

Lim dan keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan konservasi keanekaragaman hayati tidak hanya akan mencegah tetapi juga menawarkan solusi harapan sebagai sumber penyembuhan atau obat untuk berbagai penyakit zoonosis di masa depan, namun juga memberikan jawaban untuk ketahanan pangan dan air di masa depan.

“Sampai kita dapat menyadari bahwa solusi persoalan kita adalah keanekaragaman hayati, di alam, kita tidak akan pernah dapat mencapai perubahan transformative yang kita butuhkan untuk bertahan hodup dari krisis Kesehatan lain,” ujar dia terkait dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2020.