Liputan6.com, Jakarta - Lembaga riset ASEAN+3 Macroeconomic Reserach Office (AMRO) menyebut kawasan harus membangun konektivitas dan kapasitas untuk menuju era "New Economy" atau ekonomi baru.
Chief Economist AMRO, Hoe Ee Khor mengatakan, membangun kapasitas dan konektivitas akan menjadi prioritas bagi kawasan ASEAN+3 untuk menuju "era ekonomi baru" dan memulai fase pertumbuhan ekonomi selanjutnya setelah selama ini telah mencapai trend pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
"Kawasan secara keseluruhan telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam dua dekade terakhir melalui strategi “manufaktur untuk ekspor" yang menjadi pilar utama di sebagian besar negara kawasan," kata dia, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (18/6/2019).
Dia menuturkan, saat ini peningkatan teknologi di kawasan telah terjadi secara tidak merata, sementara transformasi ke sektor jasa tidak dapat dihindari, sehingga hal tersebut membutuhkan pemikiran mendalam dalam menentukan kapasitas dan konektivitas yang diperlukan.
Namun, investasi yang rendah merupakan permasalahan utama di kawasan yang jika tidak ditangani dengan baik akan mengganggu pertumbuhan lebih lanjut. Dia mengungkapkan, setidaknya terdapat tiga faktor utama yang menentukan prioritas pengembangan kapasitas dan konektivitas kawasan dalam jangka pendek menengah.
Pertama, teknologi atau Revolusi Industri 4.0 yang membawa pengembangan teknologi menuju otomatisasi, deindustrialisasi dan kebangkitan sektor jasa.