TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, meminta militer Myanmar membebaskan pemimpin pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi dan tokoh sipil lainnya setelah mereka ditangkap pada Senin dini hari dalam upaya kudeta militer.

Blinken mengatakan Amerika Serikat prihatin atas kabar penahanan pejabat pemerintahan sipil dan tokoh masyarakat.

"Kami meminta militer Myanmar membebaskan semua pejabat pemerintahan dan pemimpin sipil, dan agar menghormati kehendak rakyat Myanmar atas hasil pemilu demokratis 8 November," kata Blinken, dikutip dari Reuters, 1 Februari 2021. "Amerika Serikat mendukung rakyat Myanmar dalam aspirasi mereka untuk demokrasi, kebebasan, perdamaian, dan pembangunan. Militer harus segera membalikkan tindakan ini," tegas Blinken. Sebelumnya Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden telah diberitahu tentang penahanan tersebut.

"Amerika Serikat menentang setiap upaya untuk mengubah hasil pemilu baru-baru ini atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar, dan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab jika langkah-langkah ini tidak dibatalkan," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.

PBB dan negara lain juga meminta militer Myanmar membebaskan Aung San Suu Kyi dan lainnya.