REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ancaman kemiskinan, kerentanan sosial, hingga diskriminasi menghantui penduduk dunia karena Covid-19. Dilansir The Asian Post, Kamis (23/7), Bank Dunia memproyeksikan angka kemiskinan di Asia Tenggara akan meningkat jadi 24 juta orang. Jumlahnya bisa bertambah 11 juta orang pada skenario terburuk.

Kategori miskin dihitung jika penghasilan mereka kurang dari 5,5 dolar AS atau Rp 146 ribu per hari. Laporan menyebut Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand akan tumbuh negatif di antara negara kawasan lainnya.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Victoria Kwakwa mengatakan negara-negara di Asia Timur dan Pasifik yang punya hubungan dagang dengan China mengalami goncangan. Ini berpengaruh pada upaya pengentasan masyarakat dari kemiskinan yang selama ini telah berjalan. Misal, di Vietnam ada program reformasi pendidikan, di Singapura ada program ketenagakerjaan untuk lansia, Filipina dengan program 4P yang berhasil meningkatkan taraf pendidikan, kesehatan, dan nutrisi penduduk. Kini, mereka terancam kembali ke jurang kemiskinan.

Selain itu, angka kasus terus meningkat di wilayah ASEAN dengan total lebih dari 132 juta orang. Khususnya di Indonesia dan Filipina yang punya jumlah kasus tertinggi. Filipina sedang dalam proses pengentasan masyarakat dari kemiskinan yang cukup berhasil menurun dari 21,6 persen pada 2016 menjadi 16,6 persen pada 2018.