Jakarta (ANTARA) – Amnesty International, organisasi yang berfokus di bidang penegakan HAM, mendesak negara anggota ASEAN melakukan pendekatan bersama untuk menangani masalah pengungsi Rohingnya, yang banyak keluar dari Myanmar lewat jalur laut menuju negara sekitar.
Pada masa wabah COVID-19 saat ini, negara – negara menutup perbatasan menuju wilayah daratannya, sehingga banyak pengungsi Rohingnya yang terombang – ambing di tengah laut dan bahkan meninggal dunia dalam pencarian tempat menepi, demikian menurut juru kampanye Amensty International untuk Kantor Wilayah Asia Selatan (SARO), Saad Hammadi.
“Sangat penting bahwa negara – negara harus berbagi tanggung jawab sebagai respon Kawasan, bukan hanya meminta satu-dua negara saja, karena dengan begitu akan menggerakkan semua negara bersama – sama dan menciptakan harmoni di masyarakat,” kata Saad dalam diskusi daring, Jumat.