Jakarta (ANTARA) - Wakil Indonesia untuk Komisi HAM Antarpemerintah ASEAN (AICHR) Yuyun Wahyuningrum menyebut kematian beberapa WNI anak buah kapal (ABK) berbendera China menambah bukti panjang pelanggaran hak asasi secara sistemik di dalam sektor maritim.
“Oleh karena itu, saya ingin mengajukan usulan akan tanggung jawab maritim kolektif dan kerja sama multilateral antara negara-negara terkait untuk memastikan bahwa kasus ini tidak akan terulang,” kata Yuyun melalui keterangan tertulisnya, Selasa.
Ia mendorong pemberlakuan standar hak asasi manusia di laut untuk melindungi mereka yang bekerja di industri perikanan, pariwisata, industri perkapalan, industri minyak dan gas lepas pantai, serta berbagai kegiatan lainnya di laut, termasuk perempuan yang bekerja di industri perikanan pantai.
“Hak asasi manusia di laut harus dihormati, dilindungi, dan dipenuhi seperti halnya di darat,” Yuyun menegaskan.Selengkapnya Antara News