Jakarta, Beritasatu.com – OutSystems mengeluarkan hasil studi InfoBrief berjudul “Survei Perangkat Lunak Asia/Pacific 2020: DevOps, DevSecOps dan Masa Depan Inovasi Digital”, yang menunjukkan tentang bagaimana organisasi di Asia-Pasifik dapat memanfaatkan pabrik inovasi digital untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan bisnis masa kini.

Hasil studi yang dilakukan oleh firma riset dan penasehat pasar IDC itu menemukan, 39% pemimpin teknologi informasi (TI) di Asia-Pasifik bergantung pada peralatan pengembangan aplikasi yang dipandu secara visual. Terdapat tiga alasan yang mereka berikan, yakni percaya bahwa peralatan pengembangan yang dipandu secara visual adalah masa depan, mempermudah pengalaman bagi pengembang aplikasi, dan lebih intuitif.

Bahkan terdapat 29% organisasi di Asia Tenggara yang berencana menggunakan peralatan pengembangan aplikasi visual dalam kurun waktu 18 bulan mendatang.

Selain itu, lebih dari setengah pengambil keputusan di Asia-Pasifik merasa yakin, bahwa organisasi mereka akan bergantung pada platform low-code untuk mengerjakan lebih dari seperempat proyek yang mereka miliki, dan peralatan pengembangan low-code akan mencapai puncak penggunaannya pada 2021.

Selengkapnya Berita Satu