Jakarta: Kerja sama dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) mulai meyakinkan negara ASEAN meskipun pada awalnya negara-negara ASEAN itu ragu tanpa ada keterlibatan Amerika Serikat.

"Mereka semua ragu tanpa Amerika, mereka ragu karena kita bandingkan baik dari sisi GDP maupun jumlah penduduk tanpa Amerika sudah tidak ada artinya," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dikutip dari Antara, Minggu, 29 April 2018.

Meski begitu, Enggartiasto menyebutkan empat negara ASEAN pada akhirnya memutuskan untuk bergabung setelah enam negara termasuk Indonesia telah lebih dahulu berada di dalamnya. Menurut dia, semangat ASEAN, perlu dilakukan kembali kajian yang berbeda dengan kajian yang sebelumnya.

"Dulu kita melakukan kajian, jadi tanpa Amerika kita harus melakukan kajian, kajian secara bersama-sama kita lakukan dari enam negara itu. Dan dengan Sekretariat ASEAN nanti empat negara itu akan mempersiapkan berbagai hal, toh kita tidak bisa buru-buru karena mereka harus meratifikasi di internal masing-masing," jelas dia.

Enam anggota ASEAN yang telah lebih dulu bergabung dengan CPTPP yakni Thailand, Filipina, Myanmar, Indonesia, Laos, dan Kamboja. Negara ASEAN ini menambah daftar negara yang ikut dalam CPTPP. Sebelumnya 11 negara termasuk Australia, Jepang, dan Kanada telah menandatangani perjanjian perdagangan Asia-Pasifik tanpa Amerika Serikat.

Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) itu akan menurunkan tarif impor di negara-negara yang mencakup 13 persen perekonomian global -dengan PDB USD13 triliun. Jika AS masuk, perjanjian ini akan mencakup 40 persen ekonomi dunia.

Penyelesaian RCEP

Pada kesempatan yang sama, Enggartiasto juga menyampaikan soal komitmen Indonesia sebagai negara koordinator untuk penyelesaian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) di bawah kepemimpinan Singapura. "Semua meminta untuk kita bisa menyelesaikan di bawah kepemimpinan dari Singapura jadi kita mau mengupayakan semaksimal mungkin kita bisa finalisasi RCEP itu," tambah dia.


(SAW)

Selengkapnya Metro News