KBRN, Pekanbaru : Yayasan Wakaf Pendidikan Anak Yatim dan Miskin (Yawatim) Association of South East Asia Nations (ASEAN) atau perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara akan membangun kampus perguruan tinggi atau universitas yang menampung anak - anak yatim dan keluarga miskin yang ada di lingkungan ASEAN.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Yawatim ASEAN, Prof Dato' Dr Tengku Mahmud bin Mansor, Senin (5/2/2018 di Hotel Pangeran, Pekanbaru, saat majelis permusyawaratan pengurus forum anak yatim ASEAN yang dikkuti perwakilan beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Indonesia, Singapura, Filipina, Kamboja dan Thailand.

Menurutnya, awalnya pihaknya berencana membangun universitas itu di Surabaya. Namun pemerintah Malaysia saat itu tidak memberikan izin untuk membawa uang ke luar negeri dalam jumlah banyak, sehingga terkendala.

"Rencana awal itu di Surabaya, tetapi pemerintah Malaysia ketika itu tidak memberikan izin kepada kami untuk membawa uang dalam jumlah yang cukup banyak untuk pembangunan kampus itu," dalihnya.

Namun, lanjutnya, adanya hibah tanah dari Hasymi Majidi yang merupakan mantan PNS di Provinsi Riau seluas 130 hektare di Jalan Garuda Sakti, KM 12, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, maka rencana pembangunan itu akan diwujudkan tahun ini.

"Akan mulai dibangun tahun ini, diperkirakan dalam dua tahun sudah selesai pembangunanya. Kampus ini sama seperti kampus untuk anak yatim dari Peyatim ASEAN yang sudah dibangun di Malaysia yang berusia 22 tahun. Sampai saat ini sudah melahirkan sekitar 7.000 lebih sarjana, maka akan dibangun satu di Indonesia dan satu di Thailand," ungkapnya. 

Dato' Dr Tengku Mahmud bin Mansor yang juga mantan menteri pertanian Malaysia mengatakan, universitas itu tidak hanya melahirkan generasi yang mahir pada bidang ilmu pengetahuan saja. Namun juga mahir di bidang ilmu syariat agama.

"Kita sadari, anak yatim mengalami kesulitan untuk menempuh pendidikan yang lebih baik dan untuk itu, kita berencana untuk mendirikan universitas bagi anak yatim dan juga anak-anak yang kurang mampu," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Majlis Mesyuarat Pengurus Forum Yatim ASEAN, Ahmad Chudori, SE, MSi menyatakan musyawarah di Pekanbaru akan berlangsung selama 4 (empat) hari dari Sabtu (3/2/18) lalu. Musyawarah ini berlangsung selama 2 tahun sekali yang diikuti pengurus dari ASEAN.

"Dalam musyawarah ini nanti selain membahas program program kebajikan untuk anak yatim seperti pembangunan kampus universitas juga akan dibahas rencana pemindahan kantor pusat Yawatim ASEAN dari Surabaya, Jawa Timur ke Pekanbaru, Riau," katanya. (TS/HF)

Selengkapnya RRI