Jakarta (ANTARA News) - PT Surveyor Indonesia (Persero) perusahaan jasa survei, inspeksi, sertifikasi dan konsultasi siap memperlebar bisnis di regional ASEAN untuk menjadikan perseroan sebagai korporasi berkskala global.

"Negara-negara di Asia Tenggara menjadi pasar yang kita bidik saat ini, untuk memberikan solusi menyeluruh kepada pelanggan terutama jasa verifikasi, survey dan konsultasi," Direktur Utama Surveyor Indonesia, M Arif Zainuddin, kepada Antara, di Jakarta, Rabu.

Menurut Arif, saat ini Surveyor Indonesia sedang melakukan penjajakan untuk masuk ke Vietnam, Brunei Darussalam dan Malaysia memberikan layanan.

Di Vietnam, Surveyor Indonesia akan masuk di bidang pengawasan pembangunan infrastruktur, Brunei memiliki sumber daya migas. Malaysia, selain migas juga memiliki industri CPO yang besar.

Ia menjelaskan, keputusan mempertajam pasar di ASEAN sejalan dengan potensi ekonomi di kawasan tersebut yang terus berkembang di semua sektor.

"Kemampuan Surveyor Indonesia yang telah berpengalaman dan teruji di Indonesia akan kita kembangkan ke negara-negara Asia Tenggara," ujarnya.

Ia menjelaskan, sesungguhnya Surveyor Indonesia sudah memiliki kantor cabang di Singapura yang merupakan kerja sama dengan Sucofindo. "Khusus Singapura, negara ini merupakan hub arus perdagangan barang ke negara-negara ASEAN. Kita akan perkuat jasa verifikasi untuk barang-barang yang beredar di kawasan ini," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Surveyor Indonesia, Dian M Noer mengatakan ekspansi ke pasar luar negeri diharapkan dapat meningkatkan penerimaan perusahaan.

Khusus di dalam negeri, pada tahun 2018 Surveyor Indonesia mengambil peran besar dalam proyek strategis nasional, mulai dari perencanaan proyek dengan PT PLN, Pertamina dan Angkasa Pura II.

Proyek dalam masa pembangunan meliputi dengan Kominfo (Palapa Ring Paket Barat dan Paket Tengah), pembangunan jaringan gas Cilegon dengan Kementerian ESDM, dengan ASDP proyek pengawasan pembangunan dermaga IV Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

Sedangkan proyek yang memasuki tahap operasi dan pemeliharaan meliputi proyek verifikasi TKDN dan Jasa Pertamina EP Wilayah Timur, jasa konsultasi untuk monitoring TKDN pengadaan KWH meter PLN, dan verifikasi TKDN PT Wijaya Karya Indtrade.