Batam— Pusat Studi ASEAN (PSA) UIB bekerjasama dengan International Organizations For Migration (IOM) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Global Migration Film Festival (GMFF) pada hari Kamis (14/12), bertempat di Auditorium Universitas Internasional, Provinsi Kepulauan Riau. Dalam kata sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UIB, Lu Sudirman S.H., M.M., M.Hum., menilai acara ini penting untuk diselenggarakan karena sejalan dengan visi Internasionalisasi UIB serta mengurangi pemahaman negatif masyarakat terhadap para migrant pencari suaka. Hal senada juga dikemukakan Widi Gunawan selaku koordinator IOM Batam, “Penyelenggaraan GMFF ini mimiliki tiga arti penting, pertama dalam rangka peringatan ulang tahun ke 56 IOM yang jatuh pada 5 Desember sekaligus sosialisasi seputar status dan kedudukan migrant yang dikategorikan sebagai pencari suaka (refugee) agar dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat.” imbuhnya.
Rangkaian acara tersebut dimulai dengan pemutaran film pendek berjudul “Sound of Torture”, dilanjutkan dengan talkshow seputar regulasi penanganan pengungsi di ASEAN serta ditutup dengan pertunjukan seni dan budaya dari para migrant. Tallkshow tersebut menghadirkan dua orang pembicara yaitu Bapak Irwanto, S.E.,M.M., dari Kantor Imigrasi Kota Batam serta Ibu Yokhebed Arumdika, S.H., M.H., selaku dosen Prodi Ilmu Hukum UIB yang juga merupakan peer Pusat Studi ASEAN (PSA) UIB. Kegiatan ini dimoderatori oleh Putri Andini, S.H., M.H., LLM selaku alumni Program Studi Magister Ilmu Hukum yang juga merupakan peer PSA UIB. Dalam pemaparannya, Yokhe melihat bahwa secara multilateral penanganan arus pengungsi ke wilayah ASEAN seharusnya dapat disikapi secara proporsional dengan merujuk pada ASEAN Consensus for protection of Migrant Workers 2017. Sekalipun konsensus tersebut hanya mengatur masalah perlindungan bagi buruh migran, namun prinsip-prinsip perlindungannya tetap dapat dijadikan sebagai pedoman. Disamping itu dengan terbitnya Perpres No.125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, Indonesia bahkan dapat dikatakan telah unggul selangkah dibanding negara lainnya di kawasan ASEAN.