SEPERTI yang telah disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, salah satu daya tarik Indonesia di mata wisatawan mancanegara adalah keanekaragaman budaya yang kita miliki. Setidaknya 64% kunjungan wisman ke Tanah Air karena ingin mengeksplorasi keunikan budaya di berbagai daerah.

Melihat tren wisata tersebut, Kementerian Pariwisata mendukung Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang akan menyelenggarakan Even Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) ke 5. Puncak acara rencananya akan dilangsungkan di Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur pada 27-31 Oktober mendatang.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim sebagai tuan rumah acara puncak FKMA-V/2018, mengatakan bahwa penyelenggaraan FKMA-V tahun 2018 akan berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Unsur-unsur pariwisata akan lebih ditonjolkan sebagai upaya mempromosikan branding Wonderful Indonesia di mata dunia.

"FKMA tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, tetapi tetap menjalankan marwah dari FKMA yang disepakati oleh Anggota Dewan Keraton dan Anggota FSKN sendiri yakni; meningkatkan peran dan fungsi keraton sebagai pelestari warisan budaya bangsa serta menghadirkan kembali peran dan fungsi keraton terhadap masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah dari sisi pariwisata,” kata Bupati Sumenep A. Busyro Karim, dalam peluncuran FKMA-V 2018, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa 20 Februari 2018.

Penyelenggaraan FKMA-V sendiri akan didahului dengan kegiatan road show di lima Keraton yaitu Solo, Medan, Mempawah, Ternate, dan Denpasar. Presiden Joko Widodo juga diharapkan hadir pada puncak acara. Busyro mengatakan, tahun ini pihaknya telah menyiapkan serangkaian acara menarik yang difokuskan pada kegiatan budaya. FKMA-V 2018 juga akan dihadiri oleh 30 perwakilan keraton yang akan menyajikan budaya dan kesenian masing-masing.