Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menyebut kesempatan bisnis di Indonesia sangat besar. Indonesia masih membutuhkan banyak wirausahawan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan dalam seminar bernama Enterpreneurs Wanted! 2017 (EW!) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Senin (18/12).
Dia menyebut, jumlah wirausahawan pada 2017 baru mencapai 3,31 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sementara, standard Bank Dunia adalah sebesar 4 persen.
Dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, jumlah wirausahawan Indonesia juga lebih kecil dari Singapura (7 persen), Malaysia (5 persen), dan Thailand (4,5 persen), serta tidak berbeda jauh dengan Vietnam (3,3 persen).
"Kita masih terbuka lebar, gunakan kesempatan itu dengan cara baru," kata Presiden Jokowi.
Untuk akselerasi bisnis, lanjutnya, masyarakat bisa memanfaatkan teknologi informasi yang sudah berkembang pesat. Saat ini, jarak dan waktu sudah tidak menjadi hambatan. Marketplace yang bermunculan harus dimanfaatkan dengan baik.