Guna mencetak mahasiswa yang kompeten, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang kini menerapkan kurikulum berstandar ASEAN atau Common Competency Standard on Tourism Professional (ACCSTP) dalam sistem pendidikannya.
Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap, mengatakan sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong sektor pariwisata, tentunya perlu didukung dengan penyediaan infrastruktur kepariwisataan dan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang sesuai dengan standar internasional.
"Standar ini penting mengingat wisatawan yang berkunjung ke Indonesia ditargetkan berasal dari berbagai belahan dunia," katanya usai Sidang Senat Terbuka Studium Generale, Senin (3/2).
Zulkifli bilang, di era 4.0 akademisi bidang pariwisata dituntut untuk menciptakan terobosan-terobosan anyar dalam menghadapi ketatnya persaingan dunia. Untuk itu, mahasiswa disiapkan untuk dapat bersaing ditingkat nasional maupun internasional.
"Kita susun kurikulum pendekatan ke industri, standar kita ASEAN," katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Idustri dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar negara. Pada tahun 2019, nilainya mencapai 20 miliar dollar AS, atau setara Rp 274,8 miliar.
Selengkapnya Kumparan