KBRN, Jakarta : Gema eksistensi kawasan Indo-Pasifik tampaknya mulai menggaung kencang, tidak hanya di kalangan negara-negara Asia Tenggara yang baru saja menghelat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke – 34 dengan kawasan Indo-Pasifik menjadi salah satu pokok pembahasan.
Pasalnya, Amerika Serikat yang juga merupakan salah satu negara mitra wicara ASEAN, turut membaca besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan di kawasan Indo-Pasifik. Seperti yang menjadi agenda Overseas Private Investment Corporation (OPIC) atau sebuah institusi keuangan pembangunan pemerintah Amerika Serikat, dengan mengirim Kepala Stafnya, Eric Jones, berkunjung ke sejumlah negara di Asia Tenggara.
Eric Jones mengunjungi Indonesia, Senin (24/6/2019), setelah sebelumnya mengunjungi Malaysia dan Singapura. Eric Jones mengatakan, Indo-Pasifik merupakan prioritas kunci dan sangat penting bagi OPIC. “Hal itu akan menjadi prioritas kunci, jadi ada sejumlah prioritas dimana kami melihatnya di skup prioritas regional. Tapi, buat saya secara pribadi Indo-Pasifik adalah adalah prioritas tertinggi,” ungkap Eric Jones ketika menggelar temu pers di Jakarta, Senin (24/6/2019).
Eric menjelaskan, Indonesia juga merupakan bagian terpenting dalam rencana penanaman modal oleh OPIC dimasa depan.
“Belakang ini kami sedang melihat peluang untuk menanamkan modal pada energi solar di Indonesia. Tapi, karena sensitifitas dari bisnis ini saya tidak akan memberikan detailnya. Tapi, kami berharap untuk pengumuman selanjutnya terkait hal itu akan dilakukan pada masa depan. Jadi, kami mencari 4 spektrum energi di OPIC. Saya yakin dalam akhir tahun ini hingga awal tahun depan kami akan mengumumkan pada proyek yang kami danai yaitu, bagi proyek penambahan kapasitas banwith bagi pengguna internet di Indonesia dan Asia Tenggara,” paparnya.
Direktur OPIC bagi kawasan Asia Pasifik, Geoffrey Tan, menyatakan, OPIC memiliki ketertarikan pula untuk menanamkan modal di proyek Mass Rapid Transport (MRT) Jakarta. “Ketika mengunjungi Jakarta kala itu bersama MRT, kesepahaman kami adalah terkait rencana fase kedua dan tidak terbangun. Jadi, kami pada dasarnya menunggu di sini tentang sejauh mana rencana itu,” terang Geoffrey.
Menurut Geoffrey, pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan terkait mekanisme pembiayaan proyek MRT tahap kedua.