KBRN, Baubau : Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Ashariyadi mengatakan pemahaman masyarakat Indonesia tentang Asean masih sangat rendah. Berdasarkan survey Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2015, hanya 24 persen publik yang mengetahui tentang Asean.
“Beberapa tantangan yang harus dihadapi Negara-Negara Asean saat ini, selain masih kurangnya kepercayaan antar sesama negera-negara Asean, juga masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang Asean pada tataran domestic khususnya di Indonesia,“ kata Ashariyadi saat memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa Universitas Dayanu Iksanudin Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (7/11/2017).
Karena itu, kata Ashariyadi, Kementrian Luar Negeri selaku Koordinator Sekretariat Nasional Asean terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Asean terutama dikalangan mahasiswa, salah satunya membentuk Pusat Studi Asean (PSA) bekerjasama perguruan tinggi. “Saat ini sebanyak 46 Pusat Studi Asean telah terbentuk yang tersebar di seluruh perguruan tinggi Indonesia, salah satunya di Unidayan Baubau,“ ungkapnya.
Lebih lanjut Ashariyadi menjelaskan, dengan memperkenalkan ASEAN melalui PSA di kalangan mahasiswa, maka mahasiswa bisa lebih siap menjadi masyarakat ASEAN.
“Kami juga berharap mahasiswa sebagai agen perubahan agar dapat menyeberluaskan mengenai Asean di lingkungannya berada, agar pengetahuan tentang Asean bisa diketahui seluruh lapisan masyarakat,“ harapnya
Sementara itu Rektor Unidayan Syamsul Qamar mengatakan, sejak terbentuk tahun 2016, Pusat Studi Asean Unidayan terus aktif melakukan kajian, penelitian dan berbagai kegiatan lain dengan tujuan agar masyarakat bisa memahami tentang Asean.
Menurutnya, komunitas Asean menjadi tantangan sekaligus peluang, mengingat Indonesia telah masuk dalam Masyarakat Ekonomi Asean sehingga harus siap bersaing terutama dengan negera-negara maju di Asean.
Selengkapnya RRI