Jakarta - Perjanjian dagang 16 negara atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang terdiri dari 10 negara ASEAN, dan 6 negara Asia Pasifik tengah menuju titik implementasi. Dalam blok dagang raksasa itu, ekspor Indonesia diramalkan meningkat 22%.
Lantas, bagaimana nasib Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia di tengah blok dagang itu?
Menjawab hal tersebut, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iman Pambagyo mengatakan, sektor UMKM merupakan hal utama yang didorong negara-negara ASEAN dalam RCEP.
"Jadi chapter SME (Small Medium Enterprises/UMKM) dan economic corperation ini merupakan chapter terpenting bagi ASEAN," kata Iman dalam Dialog RCEP di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (16/12/2019).
Namun, UMKM merupakan persoalan yang cukup sulit untuk disepakati dengan negara anggota RCEP. Iman mengatakan, sejumlah negara memiliki persepsi yang berbeda akan UMKM.
"Tapi di negara-negara ini pun ada perbedaan persepsi mengenai SME. Beberapa negara mengatakan bahwa SME itu bukan sektor, tapi operator. Dan buat mereka SME hari ini bisa muncul, minggu depan bisa hilang lagi. Jadi pendapatnya beda-beda," tutur Iman.
Selengkapnya Detik.com