Jakarta, (ANTARA News) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia meluncurkan buku 50 tahun Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengenang sejarah perjalanan perhimpunan tersebut dan menentukan langkah-langkah ke depan bagi perkembangan asosiasi tersebut.
"Buku tersebut juga mengulas sentralitas dan persatuan ASEAN serta peran strategisnya dalam menjaga stabilitas regional," kata Direktur Jenderal Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kementerian Luar Negeri, Siswo Pramono, di Jakarta, Kamis (14/12).
Artikel dalam buku tersebut ditulis oleh para ahli dari setiap anggota negara ASEAN dengan gagasan-gagasan pribadi yang menyangkut berbagai aspek, kata Siswo Pramono usai peluncuran buku tersebut.
"Buku ini utamanya menyangkut tiga pilar ASEAN, yaitu pilar politik, pilar ekonomi dan pilar sosial budaya," kata Siswo seraya menambahkan, pilar politik ditulis oleh penulis dari Indonesia, pilar ekonomi ditulis oleh ahli dari Singapura dan pilar sosial budaya ditulis oleh Filipina.
Buku yang disusun oleh Dirjen BPPK, Dr Siswo Pramono, LL.M, dan Prof. David Price dari Fakultas Hukum, Universitas Charles Darwin, Australia, tersebut ditujukan sebagai salah satu sarana sosialisasi kepada masyarakat umum tentang sejarah dan masa depan ASEAN.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno L.P. Marsudi, mengatakan dalam kata pengantar di buku tersebut salah satu capaian penting yang raih oleh ASEAN selama 50 tahun adalah bahwa organisasi tersebut telah menjadi ekosistem untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan.