REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak negara-negara anggota ASEAN Plus Three (APT) lebih solid dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi dunia. Bagi Jokowi, APT yang beranggotakan negara ASEAN ditambah Jepang, Cina, dan Korea Selatan memiliki modal yang kuat untuk bertahan dari ancaman perlambatan ekonomi global.
"Lebih dari dua dekade, APT solid menghadapi tantangan. Dari mekanisme penguatan cadangan devisa hingga ketahanan pangan dan dari mekanisme respons tanggap darurat bencana hingga deteksi awal krisis ekonomi," kata Jokowi dalam KTT ke-22 APT yang berlangsung di sela KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, yang berakhir Senin (4/11).
Selain dihadiri pemimpin negara-negara ASEAN, KTT APT ini dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan Perdana Menteri Cina Li Keqiang. Jokowi menganggap APT merupakan jangkar stabilitas keamanan dan kesejahteraan di kawasan.
Bahkan, ke depan, kata Jokowi, tantangan yang dihadapi kawasan akan semakin besar dengan rivalitas geopolitik dan geoekonomi yang semakin meruncing. Lebih lanjut Presiden mengingatkan, tantangan keamanan tradisional dan nontradisional juga semakin meningkat.
"Ancaman resesi ekonomi menghantui negara di kawasan. Situasi tersebut diperparah dengan meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian penyelesaian perang dagang," kata Jokowi.
Selengkapnya Republika