JAKARTA - Migrant Care meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tak lupa menyuarakan isu perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) pada forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN atau ASEAN Summit di Bangkok, Thailand pada 20-23 Juni 2019.

Pasalnya, Jokowi diberitakan akan membawa 3 agenda penting untuk dibicarakan dalam forum tersebut yaitu: perang dagang Amerika vs China dan dampaknya untuk kawasan ASEAN, tata kelola sampah impor dan penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar.

"Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dengan penduduk terbesar di ASEAN tentu saja Presiden Joko Widodo akan menggunakan pengaruh kuatnya untuk mendesakkan ketiga agenda tersebut," kata Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.com di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

"Yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kontelasi ekonomi politik, lingkungan hidup serta keamanan kawasan. Namun demikian, Migrant CARE mengingatkan agar Presiden Joko Widodo tidak melupakan agenda dan kepentingan nasional Indonesia yang terus-menerus diperjuangkan dalam ASEAN yaitu perlindungan pekerja migran," sambungnya.

Menurut Wahyu, meski ASEAN telah memiliki komitmen tentang pekerja migran seperti ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workersdan ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers.