KOMPAS.com - Dorongan ekspansi China dalam pendanaan proyekinfrastruktur di negara-negara ASEAN (Asia Tenggara), mungkin menjadi perhatian dalam berbagai ulasan di media massa. Namun, survei BMI Research menunjukkan Jepang masih berada di posisi teratas. Dilansir Bloomberg, Pemerintah Jepang terus mencari target baru untuk menanamkan investasi di sektor infrastruktur di luar negeri

Filipina dan Vietnam, adalah negara yang dibidik negeri matahari terbit itu. Jepang mendominasi investasi di kedua negara yang kini disebut sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia itu. Melihat hal demikian, tentu saja China tidak tinggal diam. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan mendorong pertumbuhan investasi di negara-negara yang sebelumnya telah dikunjungi Presiden Xi Jinping pada daftar negara-negara Belt and Road Initiative.

“Ketika banyak perusahaan serta lembaga pemerintahan Jepang telah menjalin hubungan dengan negara-negara itu, perusahaan-perusahaan China terus mencari celah untuk masuk ke sektor tertentu,” kata seorang analis di BMI Research, Christian Zhang.  Dua negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia itu terus bersaing ketat untuk mendapatkan pengaruh di kawasan ASEAN.

Pemerintah Singapura dan Vietnam bahkan dengan sengaja terus membangun bandara, jalan tol, serta angkutan massal cepat untuk menarik investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja.