KBRN, Jakarta : Sebagai negara yang memiliki peran besar di Asia Tenggara, Indonesia kerap menunjukkan komitmennya dalam mendukung tercapainya perdamaian, kesejahteraan dan keamanan di kawasan. Seperti dengan inisiasi Indonesia untuk menyelenggarakan “Pelatihan Regional Perempuan bagi Perdamaian dan Keamanan”, pertama kalinya di kawasan Asia Tenggara pada 8 – 9 April.

Kasubdit politik Direktorat Politik Keamanan ASEAN kementerian luar negeri RI, Adhyanti S. Wirajuda, mengatakan, pelatihan yang akan dibuka langsung oleh menteri luar negeri RI, Retno Marsudi itu, akan menjadi platform bagi para diplomat perempuan di kawasan untuk mengembangkan kapasitas sebagai agen perdamaian, pencegahan konflik, maupun resolusi konflik.

“Diharapkan dari regional training ini dapat menjadi platform bagi para diplomat perempuan di kawasan, untuk mengembangkan kapasitas mereka sebagai agen perdamaian termasuk dalam pencegahan konflik, resolusi konflik maupun peace conflict disturbing,”ujar Adhyanti ketika dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Dijelaskan Adhyanti, melalui pelatihan tersebut juga diharapkan mendorong peningkatan partisipasi dan kontribusi perempuan di bidang perdamaian dan keamanan. “Adapun hasil-hasil yang diharapkan dari regional training ini di antaranya adalah perubahan cara memandang perempuan. Bukan hanya sebagai korban konflik, tapi juga sebagai agent of peace yang dapat memainkan peran yang lebih penting dalampeace process,”imbuhnya.

Sementara, “Pelatihan Regional Perempuan bagi Perdamaian dan Keamanan” pekan depan di Jakarta itu, akan diikuti oleh puluhan diplomat perempuan dari kawasan ASEAN, Papua Nugini dan Timor Leste. Juru bicara kementerian luar negeri RI, Armanatha Nasir, menyatakan, menteri Retno Marsudi juga dijadwalkan akan berbagi pengalamannya, dalam berperan bagi proses perdamaian dan keamanan.

“Salah satu sesi yang akan dilaksanakan di dalam pertemuan ini adalah informal gathering dengan Ibu Menteri. Dalam kesempatan tersebut Ibu Menlu akan membagi pengalaman beliau yang sangat banyak terkait peran perempuan, peran beliau dalam berbagai proses perdamaian seperti dalam konteks upaya dalam di Rakhine State maupun di Afganistan. ini Ibu Menlu akan membagikan pengalaman beliau dan menekankan peran perempuan,”ungkap Armanatha Nasir.

Sementara, penyelenggaraan “Pelatihan Regional Perempuan bagi Perdamaian dan Keamanan”, sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1325, yang menegaskan pentingnya peran perempuan dalam upaya proses perdamaian. Sedangkan, sejumlah tokoh dijadwalkan akan menjadi pembicara dan berbagi pengalaman berperan dalam proses perdamaian.