KBRN, Jakarta : ASEAN Retreat atau pertemuan Retret ASEAN diselenggarakan pada 5 hingga 6 Februari.

Menteri Luar negeri RI, Retno Marsudi, dijadwalkan akan menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN yang merupakan rangkaian pertemuan Retret.

Ini akan menjadi pertemuan pertama yang diselenggarakan pada keketuaan Singapura di ASEAN.

Direktur Kerja Sama Politik dan Keamanan ASEAN, Mochamad Chandra Widya Yudha mengatakan, mendorong segera tercapainya instrumen perjanjian ekstradisi ASEAN, menjadi salah satu fokus yang akan disampaikan oleh Indonesia pada pertemuan Retret tersebut.

“Agenda di retreat ini merupakan tindak lanjut Konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN ke 31 di Filipina dan keketuaan Singapura. Indonesia akan dorong beberapa hal, seperti pembentukan segera bagi instrumen ekstradisi ASEAN. Ini untuk memfasilitasi kerjasama hukum yan gkuat di ASEAN, terutama dalam melawan kejahatan lintas batas,” ungkap Chandra pada press briefing mingguan di Kementerian luar negeri, di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Menurut Chandra menilai berbagai dinamika yang mewarnai pembahasan perjanjian ekstradisi ASEAN, selain merupakan suatu hal yang normal. Juga, dikarenakan secara sistem hukum masing-masing anggota ASEAN juga berbeda.

“Ini merupakan proses yang masih berlangsung di ASEAN dan akan kita dorong segera. Semua mendukung pembahasan, tapi ada dinamika dan perbedaan-perbedaan dan perlu pembahasan. Perbedaannya jelas ya seperti sistem hukum, infrastruktur hukum dan itu perlu dibahas bersama. Tidak bisa sertamerta diterapkan. Ini adalah proses yang harus dilalui dan tetap didorong bisa dilakukan segera,” papar Chandra.

Pada bagian lain Mochamad Chandra Widya Yudha menyatakan, hal lainnya yang akan disuarakan oleh Indonesia dalam pertemuan Retreat, yaitu pentingnya ASEAN mencapai kemajuan terkait perundingan code of conduct (CoC) Laut China Selatan ditahun 2018. 

“Pentingnya ASEAN mencapai kemajuan terkait perundingan CoC di tahun 2018, frame work atau kerangka kerjanya sudah disetujui ASEAN-RRT tahun 2017,” ujarnya.

Chandra menambahkan, Indonesia juga akan menekankan pentingnya sentralitas ASEAN ditengah dinamika arsitektur kawasan yang terus berkembang.

“Kita juga akan tekankan pentingnya sentralitas ASEAN, ditengah dinamika arsitektur kawasan yang terus berkembang. Terutama, hubungan kerjasama ASEAN dengan pihak eksternal. Indonesia juga mendorong perancangan untuk implementasi ASEAN Concencus untuk pekerja migrant. Termasuk, Indonesia akan mendukung e-commerce untuk mendorong perkembang UKM,” jelas Chandra. (RM/HF)

Selengkapnya RRI.co.id