REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF) memproyeksikan ekonomi kawasan ASEAN-5 dapat tumbuh 4,8 persen pada 2020, membaik dibandingkan outlook 2019, 4,7 persen. Prediksi ini disampaikan IMF melalui laporan World Economic Outlook (WEO) yang dirilis Senin (20/1) waktu setempat.

Meski naik dibandingkan 2019, sebenarnya proyeksi IMF terhadap ekonomi tahun ini sudah direvisi ke bawah. Semula, dalam WEO yang dirilis pada Oktober 2019, IMF memprediksi ekonomi kawasan ASEAN-5 bisa tumbuh 4,9 persen sepanjang 2020.

Penurunan prediksi tersebut dikarenakan perlambatan struktural yang masih berlangsung di Cina. Selain itu, beberapa ekonomi negara berkembang tertekan dan berkinerja buruk.

Revisi ke bawah juga diberikan IMF terhadap Indonesia dan Thailand. "Pelemahan dalam ekspor melemah, juga membebani permintaan domestik," seperti dikutip dalam WEO tanpa menyebutkan angka pertumbuhan per negara secara detail.

Ekonomi Cina sendiri diperkirakan melambat dari 6,1 persen pada 2019 menjadi 6,0 persen pada 2020 dan 5,8 persen pada 2021. Tapi, dibandingkan WEO Oktober, nilai tersebut membaik 0,2 persen akibat ada jeda kenaikan tarif tambahan sebagai bagian dari kesepakatan dagang Tahap Satu dengan Amerika Serikat (AS).

Selengkapnya Republika