JAKARTA - Indonesia terus menggencarkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing buah Nusantara. Targetnya, negara kita menjadi salah satu eksportir besar buah-buahan tropis di Asia Tenggara pada 2025 dan dunia pada 2045.
Target tersebut merupakan agenda Revolusi Oranye, sebuah program nasional dengan visi kemandirian produksi buah unggulan, tidak bergantung pada impor, serta menjadikan Indonesia sebagai pemain besar buah tropis di pasar global.
”Kita perlu konsisten menjalankan misi besar ini. Dengan kekayaan alam yang begitu besar, Indonesia seharusnya mampu kontinyu memproduksi dan menyediakan produk buah tropis berkualitas tinggi, memiliki nilai tambah bagi petaninya, dan kom petitif untuk pasar domestik dan interna sional,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Ting gi Mohamad Nasir dalam wawan cara khusus dengan KORAN SINDO.
Berdasarkan hasil riset strategis pengembangan buah ung gulan nasional, lanjut M Nasir, Tim Kerja Revolusi Oranye menyimpulkan paling tidak ada enam pilar yang harus di perkuat untuk mencapai visi dan misi Revolusi Oranye.
Pertama, adanya varietas buah unggul yang sesuai dengan preferensi pasar.
Kedua, pengembangan indus tri pembibitan yang tepat varietas dan kualitas dengan skala industri.
Ketiga, penerapan teknologi budi daya berbasis kawasan/orchard.
Keempat, pengembangan cold chain systems dalam kegiatan logistik.
Kelima, pengembangan pasar domestik dan ekspor, dan terakhir.
(keenam) yakni tumbuhnya agro industri buah tropis.