RILIS.ID, Jakarta Pemerintah Indonesia akan membangun gedung baru ASEAN dalam waktu dekat ini. Nantinya, bangunan tersebut akan dijadikan sebagai sekretariat pusat ASEAN.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Natsir mengatakan, pembangunan itu merupakan kontribusi Indonesia sebagai negara terbesar di antara anggota-anggota ASEAN.

"Harapan kita sebagian besar pertemuan ASEAN bisa dilakukan di gedung ini. Kita sebagai host country (tuan rumah) memiliki tanggung jawab, salah satunya menyediakan bangunan," ucap Arrmanatha, Kamis (4/1), di Kantor Kementerian Luar Negeri, di Jakarta.

Pengerjaan gedung ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun.

"In syaa Allah Januari tahun depan kita sudah bisa melihat bangunan yang menjadi iconic diplomatic capital (ibu kota diplomatik bagi ASEAN), tutur pejabat Kemlu yang kerap disapa Tatha itu.

Tatha menjelaskan, gedung itu akan mengusung konsep green building dan platinum level—bangunan ramah lingkungan. Di atas lahan seluas 369.000 m² itu, akan dibangun dua menara, masing-masing setinggi 16 lantai. Sementara luas bangunan 44.000 m².

"Biayanya sendiri sekitar US$500 miliar. Ini menunjukkan komitmen kita untuk membuat sekretariat ASEAN lebih modern dan terbuka," tutur Tatha.

Tatha menyebutkan, rapat-rapat organisasi regional Asia Tenggara itu bisa berjumlah ratusan dan bahkan ribuan pada momen tertentu. 

Bangunan baru itu diharapkan dapat menampung kebutuhan rapat-rapat tersebut. 

Sehingga, yang juga diharapkan, aktivitas diplomatik negara-negara ASEAN dapat terpusat di Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi diagendakan akan meletakan batu pertama esok hari (5/1), di lokasi didirikannya bangunan, di daerah Trunojoyo, Jakarta Selatan.

"Jadi harapannya akan semakin banyak (diplomat) yang mengunjungi indonesia," tutup Tatha.

Selengkapnya RilisID