NEW DELHI - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan India akan memperkuat kerja sama konektivitas melalui pembangunan infrastruktur fisik dan digital.
“Ada konektivitas, misalkan ada India akan menyediakan satu miliar dollar AS untuk mempromosikan infrastruktur fisik dan konektivitas digital,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Kementerian Luar Negeri RI, Jose Tavares, di KBRI New Delhi, India, Rabu (24/1).
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo akan menghadiri KTT ASEAN-India yang dilaksanakan pada 25–26 Januari 2018, di New Delhi.Presiden Jokowi bersama sembilan kepala negara dan pemerintahan ASEAN serta Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga akan mengikuti peringatan Hari Republik India, yakni merayakan pengakuan konstitusi India. Menurut Dirjen Jose, kerja sama pembangunan konektivitas tidak hanya untuk pembangunan fisik, namun juga pembangunan kapasitas masyarakat.
Beberapa rencana pembangunan konektivitas yang tercatat dalam Rencana Aksi ASEAN-India 2016–2020, antara lain mendorong pembangunan jalan raya yang menghubungkan tiga negara, yaitu India–Myanmar–Thailand, serta lanjutannya ke Laos–Kamboja. Kemudian, pembangunan jalan raya baru penghubung India baru–Myanmar–Laos–Vietnam–Kamboja dengan mendorong partisipasi sektor swasta dalam membangun akses jalan, rel kereta, dan jaringan terkait logistik.
Selain itu, pembangunan lalu lintas perairan juga tercakup dalam Plan of Action (POA) ASEAN-India dengan mendorong swasta untuk membangun pelabuhan logistik dan penumpang guna mendapatkan transportasi yang lebih efisien.