Liputan6.com, New York - Sekjen ASEAN Lim Jock Hoi untuk pertama kalinya berbicara dalam sidang DK PBB di New York pada 30 Januari 2020. Pertemuan yang mengusung tema utama “Kerjasama antara Perserikatan Bangsa - Bangsa dan organisasi regional dan sub - regional di Indonesia menjaga perdamaian dan keamanan: Peran ASEAN."

Dalam kesempatan itu, Lim Jock Hoi mengatakan bahwa ASEAN selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk terus ikut berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia. 

"Sejak didirikan pada tahun 1967, ASEAN telah bekerja keras sehingga tercipta kedamaian dan stabilitas sebagai bagian kita dunia, di tengah keragaman dalam sistem politik, ekonomi dan sosial," kata Lim.

ASEAN menggarisbawahi prinsip keamanan komprehensif untuk merespons secara efektif semua bentuk ancaman, kejahatan lintas negara dan tantangan lintas batas.

Di sisi lain, ASEAN juga memegang teguh nilai-nilai perdamaian yang telah dinyatakan dengan jelas sebelumnya.

Dengan menandatangani Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) atau Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara, negara-negara anggota ASEAN telah berkomitmen untuk hubungan yang damai satu sama lain dipandu oleh prinsip saling menghormati, tanpa gangguan dalam urusan internal satu sama lain dan penyelesaian sengketa secara damai. Hingga saat ini, banyak mitra eksternal ASEAN juga demikian.

ASEAN Way, merupakan salah satu cara unik yang sesuai dengan dialog perdamaian sehingga memungkinkan para negara anggota ASEAN untuk menghadapi dan mengatasi masalah di suatu wilayah. Walaupun ASEAN Way, dinilai menjadi suatu hal yang sulit dilakukan oleh beberapa pengamat luar, ASEAN Way telah menjadi gaya hidup tersendiri bagi ASEAN. 

Selengkapnya Liputan6.com