KBRN Surakarta : Tim Bulutangkis NPC Indonesia membidik 6 medali emas dalam ASEAN Para Games (APG) 2020 yang berlangsung di Filipina bulan Januari mendatang.
Keenam medali emas yang menjadi incaran para atlet penyandang disabilitas itu semuanya diharapkan dari nomer standing ata berdiri.
Seperti di bagian putra Deva Andrimurti, Dwiyoko, Hafis, Fredy Setiawan, Hari Susanto, dan dibagian putri Leani Ratri dan Kalimatus.
“Ya, Ketujuh pemain itu memang menjadi tulang punggung kontingen NPC Indonesia untuk mendulang mendali emas sesuai target lantaran mereka merangkap dua sampai tiga nomor,” ungkap Pelatih Bulutangkis NPC Indonesia Nur Rahman kepada RRI disela Pelatnas yang dipusatkan di Hartono Trace Center (HTC) Solo Baru Sukoharjo, Selasa (17/12/2019).
Menurutnya, pada APG 2020 itu cabang olahraga bulutangkis NPC Indonesia menyertakan 24 atlet, 19 nomer standing atau berdiri dan lima nomor Wheelchair atau kursi roda.
“Setelah menjalani pelatnas sejak delapan bulan lalu, kini para atlet sudah mulai menurunkan tensi latihannya. Para pemain mulai masuk ke conditioning diselingi dengan latihan fisik yang dipusatkan di Stadion Sriwedari Solo,” tukasnya.
Lebih lanjut Nur Rahman juga optimis para atlet bulutangkis NPC Indonesia itu akan mampu memenuhi meraih target 6 medali emas yang dibebankan NPC Indonesia.
“Semoga target itu tercapai. Apalagi para pemain Indonesia juga meraih hasil bagus saat mengikuti berbagai turnamen singgle ivent di luar negeri,” cetus Nur.
Disinggung tentang lawan berat yang menjadi batu sandungan para pemain Indonesia, menurutnya tetap berasal dari Malaysia, kemudian Thailand dan Vietnam.
Cabang olahraga bulutangkis APG 2020 hanya diikuti 8 negara dan sesuai scedul akan memainkan pertandingannya pada 19 hingga 24 Januari 2019.
Selengkapnya RRI